Sabtu, 12 Maret 2016



Menjadi...
Manusia Yang Sesungguhnya.

P
embaca yang budiman, Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, Aku hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih Memuji-MU dan mensucikan  nama-MU ?Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Q.s AL-Baqarah 2;31
Subhanallah walhamdulillah, sebelum manusia  di    ciptakan    oleh   Allah    Swt.   
Telah terjadi dialog antara Malaikat dan Allah sebagai  berikut:

Allah SAW :Hai malaikat, akan kujadikan manusia sebagai    

pemimpin di muka bumi ini.
Malaikat       :Kenapa tidak aku saja yang di jadikan pemimpin yang selalu taat kepada-MU ya Allah.
Allah Swt      :Hai malaikat kamu tidak tau apa-apa dari pada Aku. 
Malaikat       :Maaf ya Allah , aku telah lalai dan benar-benar engkau yang Maha Mengetahui.

   Dari hasil dialog diatas ada beberapa kesimpulan :                               
Pertama, kita bisa mengambil pelajaran bahwa Allah Swt menciptakan manusia adalah sebagai pemimpin. Pemimpin disitu bisa diartikan sebagai pemimpin diri sendiri yang bisa di pertanggung jawabkan sampai akhirat.
     Kedua, manusia itu mulia. Oleh karena itu jangan kotori diri kita sebagai manusia dengan hal-hal yang membuat derajat itu rendah.
     Ketiga, Allah yang mengajarkan kita, dan dengan  keridhaannya kita bisa berfikir dan merasakan nikmat hidup.
     Keempat, tingkatan manusia ada dua. Yaitu apabila baik bisa mengalahkan kebaikan malaikat, dan apabila buruk bisa mengalahkan kejelekan syaitan. 
            Kita, sebagai insan harus bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk itulah harapan kami, Wallahu’alam